Merancang Web Database untuk
Content Server
BAB 1
·
Pengertian Data dan Informasi
Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi
penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut
suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun
simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat
lingkungan, obyek, kejadian ataupunsuatu konsep.
Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah
model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang
memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi
yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi
adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa
disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.
Data bisa merupakan jam kerja bagi karyawan
perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi informasi.
Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan
dengan nilai per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika gambaran
penghasilan setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan
rekapitulasi gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan
informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data
yang ada, atau bisa diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan
membuka segala sesuatu yang belum diketahui
BAB 2
Pengertian Basis data ( database )
§
Basis
data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang
saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat
keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian
basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data
atau informasi yang akan disimpan. Databasemerupakan salah satu komponen
yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan
informasi pada para pengguna atau user.
§
Penyusunan
basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan
diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data
meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk
mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.
§
Tujuan
utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan
abstrak dari data bagi user. Jadi
sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat,
tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang
digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap
dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas
struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah
bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data,
hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari
pengaturan data dengan menggunakan basis data adalah :
§ Menyediakan penyimpanan data
untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang.
§ Kemudahan pemasukan data,
sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan
oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki terhadap data
yang ditangani.
§
Pengendalian
data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan
spesifik yang terjadi di setiap sistem.
§ Pengamanan data terhadap
kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.
Elemen Basis Data
§
Entitas adalah sekumpulan objek yang terdefinisikan yang
mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan satu dengan lainnya. Objek
dapat berupa barang, orang, tempat atau suatu kejadian.
§ Contoh entitas : Seseorang yang
menjadi siswa di sebuah sekolah.
§ contoh lainya : barang yang
menjadi inventaris suatu perusahaan
§
siswa merupakan entitas
§
barang juga di sebut entitas
§
Atribut adalah deskripsi data yang bisa mengidentifikasi
entitas yang membedakan entitas tersebut dengan entitas yang lain. Seluruh
atribut harus cukup untuk menyatakan identitas obyek, atau dengan kata lain,
kumpulan atribut dari setiap entitas dapat mengidentifikasi keunikan suatu
individu.
§ sedangkan atribut adalah bagian
dari entitas
§ siswa memiliki atribut :
§
no siswa
§
alamat siswa
§ barang memiliki atribut :
§
no barang
§
harga barang
§
Data Value (Nilai Data) : Data Value adalah data aktual
atau informasi yang disimpan pada tiap data, elemen, atau atribut. Atribut nama
pegawai menunjukan tempat dimana informasi nama karyawan disimpan, nilai
datanya misalnya adalah Anjang, Arif, Suryo, dan lain-lain yang merupakan isi
data nama pegawai tersebut.
§
File/Tabel : Kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang
elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda nilai datanya.
§
Record/Tuple : Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan
menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili
satu data atau informasi
BAB 3
Hirarki Data
Data adalah catatan atas kumpulan fakta.
Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang
diberikan”. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang
diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau
pengamatan suatu variabel yang
bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
• Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta
• Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)yang terjadi
• Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
• Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta
• Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)yang terjadi
• Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi
Pembahasan
Secara sederhana banyak perusahaan
mengkoordinasikan atau mengorganisasikan data mereka dalam suatu hirarki pendek
yang hanya terdiri dari elemen (transaksi), record (catatan), file (satuan
khusus penyimpanan). Adapun pengertian dari 3 bagian hirarki sederhana tersebut
yaitu :
Field (medan)
menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom item, dan atribut.
Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah
barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.
Record (rekaman)
menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai
contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun
sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris.
File / Table menghimpun sejumlah record. Sebagai contoh, data pribadi dari semua pegawai
disimpan dalam sebuah tabel.
Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data
yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi.
Sebagai contoh, basis data akademis mengandung tabel-tabel yang
berhubungan dengan data mahasiswa, data jurusan, data mata kuliah, data
pengambilan mata kuliah pada suatu semester, dan nilai yang diperoleh
mahasiswa.
Sebagai tambahan 3 hirarki sederhana tersebut kita
mengenal namanya database yang merupakan kumpulan data secara penuh dari
seluruh kegiatan yang dilakukan perusahaan.
Kesimpulannya yang bisa kita tarik adalah semuanya adalah pencatatan-pencataan kecil perusahaan yang digabung dari segala macam aktifitas yang ada, kemudian disajikan dalam bentuk database secara lebih besar, ataupun file sebagai alat sederhana untuk dapat melihat secara khusus/spesifik data apa saja yang terkumpul, misala file pembelian atau file yang berisikan gudang.
Penyimpanan data ini juga memilki backup-an atau sekunder use,dengan SASD (Penyimpanan berurutan) dan DASD (Penyimpanan akses langsung) untuk mencegah hilangnya data yang sebenarnya ada, tetapi belum dilakukan penyimpanan, atau pun adanyakejadian yang tidak terduga
Penyimpanan berurutan (sequential) atau SASD adalah media penyimpanan untuk mengisikan catatan yang diatur dalam susunan tertentu. Catatan pertama harus diproses pertama kali, catatan ke-2 diproses pada urutan yang ke-2 dan seterusnya sampai file penuh. Penyimpanan akses langsung suatu penyimpanan yang memungkinkan mekanisme bacaan atau tulisan dapat diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urutan.
Pemrosesan data ada 2 cara, anda dapat menjalankan setiap transaksi secara terpisah, atau anda dapat menggabungkan beberapa transaksi dan memprosesnya secara bersama-sama sebagai batch. Bila transaksi diprosses secara terpisah, hal tersebut dikenal dengan istilah online processing (pemrossesan online). Sedangkan pemrosesaan transaksi seringkali digunakan tetapi ini akan menjadi rancu, karena istilah tersebut juga di gunakan untuk menjelasakan aplikasi pemrosesan data. Untuk menghindari kerancuan tersebut anda dapat menggunakan istilah pemrosesan online.
Konsep Dasar Database
FieldØ
1. Field merupakan implementasi dari suatu atribut data.
2. Field merupakan unit terkecil dari data yang berarti(meaningful data) yang disimpan dalam suatu file atau basis data.
RecordØ
1. Field-field tersebut diorganisasikan dalam record-record
2. Record merupakan koleksi dari field-field yang disusun dalam format yang telah ditentukan.
3. Selama desain sistem, record akan diklasifikasikan sebagai fixed-length record atau variable-length record.
1. Fixed-length record: tiap instance record punya field, jumlah field, dan ukuran logik yang sama
2. Variable-length record : mengijinkan record-record yang berbeda dalam file yang sama memiliki panjang yang berbeda.
File dan TabelØ
1. Record-record yang serupa diorganisasikan dalam grup-grup yang disebut file. Jadi file merupakan kumpulan semua kejadian dari struktur record yang diberikan.
2. Tabel merupakan ekivalen basis data relasional dari sebuah file.
Keunggulan penerapan konsep database
Independensi program-dataØ
Meminimalkan redundansi dataØ
Meningkatkan konsitensi dataØ
Meningkatkan kemampuan berbagai dataØ
Meningkatkan produktivitas pengembangan aplikasiØ
Meningkatkan pencapaian standarisasiØ
Meningkatkan kualitas dataØ
Meningkatkan tanggapan dan kemudahan akses terhadap dataØ
Mengurangi pemeliharaan programØ
Kelemahan konsep database
Terlalu banyak codingan dari programØ
Sulit dipahamiØ
Jika terjadi kesalahan sulit untuk diperbaikØ
Kesimpulannya yang bisa kita tarik adalah semuanya adalah pencatatan-pencataan kecil perusahaan yang digabung dari segala macam aktifitas yang ada, kemudian disajikan dalam bentuk database secara lebih besar, ataupun file sebagai alat sederhana untuk dapat melihat secara khusus/spesifik data apa saja yang terkumpul, misala file pembelian atau file yang berisikan gudang.
Penyimpanan data ini juga memilki backup-an atau sekunder use,dengan SASD (Penyimpanan berurutan) dan DASD (Penyimpanan akses langsung) untuk mencegah hilangnya data yang sebenarnya ada, tetapi belum dilakukan penyimpanan, atau pun adanyakejadian yang tidak terduga
Penyimpanan berurutan (sequential) atau SASD adalah media penyimpanan untuk mengisikan catatan yang diatur dalam susunan tertentu. Catatan pertama harus diproses pertama kali, catatan ke-2 diproses pada urutan yang ke-2 dan seterusnya sampai file penuh. Penyimpanan akses langsung suatu penyimpanan yang memungkinkan mekanisme bacaan atau tulisan dapat diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urutan.
Pemrosesan data ada 2 cara, anda dapat menjalankan setiap transaksi secara terpisah, atau anda dapat menggabungkan beberapa transaksi dan memprosesnya secara bersama-sama sebagai batch. Bila transaksi diprosses secara terpisah, hal tersebut dikenal dengan istilah online processing (pemrossesan online). Sedangkan pemrosesaan transaksi seringkali digunakan tetapi ini akan menjadi rancu, karena istilah tersebut juga di gunakan untuk menjelasakan aplikasi pemrosesan data. Untuk menghindari kerancuan tersebut anda dapat menggunakan istilah pemrosesan online.
Konsep Dasar Database
FieldØ
1. Field merupakan implementasi dari suatu atribut data.
2. Field merupakan unit terkecil dari data yang berarti(meaningful data) yang disimpan dalam suatu file atau basis data.
RecordØ
1. Field-field tersebut diorganisasikan dalam record-record
2. Record merupakan koleksi dari field-field yang disusun dalam format yang telah ditentukan.
3. Selama desain sistem, record akan diklasifikasikan sebagai fixed-length record atau variable-length record.
1. Fixed-length record: tiap instance record punya field, jumlah field, dan ukuran logik yang sama
2. Variable-length record : mengijinkan record-record yang berbeda dalam file yang sama memiliki panjang yang berbeda.
File dan TabelØ
1. Record-record yang serupa diorganisasikan dalam grup-grup yang disebut file. Jadi file merupakan kumpulan semua kejadian dari struktur record yang diberikan.
2. Tabel merupakan ekivalen basis data relasional dari sebuah file.
Keunggulan penerapan konsep database
Independensi program-dataØ
Meminimalkan redundansi dataØ
Meningkatkan konsitensi dataØ
Meningkatkan kemampuan berbagai dataØ
Meningkatkan produktivitas pengembangan aplikasiØ
Meningkatkan pencapaian standarisasiØ
Meningkatkan kualitas dataØ
Meningkatkan tanggapan dan kemudahan akses terhadap dataØ
Mengurangi pemeliharaan programØ
Kelemahan konsep database
Terlalu banyak codingan dari programØ
Sulit dipahamiØ
Jika terjadi kesalahan sulit untuk diperbaikØ
BAB 4
Perancangan Database
Di dalam suatu organisasi yang besar, sistem
database merupakan bagian penting pada sistem informasi, karena di perlukan
untuk mengelola sumber informasi pada organisasi tersebut. Untuk
mengelola sumber informasi tersebut yang pertama kali di lakukan adalah
merancang suatu sistem database agar informasi yang ada pada organisasi
tersebut dapat digunakan secara maksimal.
Tujuan Perancangan Database
Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari
pengguna dan aplikasi
Menyediakan struktur informasi yang natural dan
mudah di mengerti oleh pengguna
Mendukung kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek
kinerja dari suatu sistem database
Berikut ini siklus kehidupan sistem informasi di
mana terdapat siklus kehidupan sistem database.
Siklus Kehidupan Sistem Informasi (Macro Life Cycle
)
Tahapan – tahapan Pembuatan Database
Tahapan–tahapan yang ada pada siklus kehidupan
sistem informasi yaitu :
Analisa Kelayakan
Tahapan ini memfokuskan pada penganalisaan
areal aplikasi yang unggul , mengidentifikasi pengumpulan informasi dan
penyebarannya, mempelajari keuntungan dan kerugian , penentuan kompleksitas
data dan proses, dan menentukan prioritas aplikasi yang akan digunakan.
Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan Pengguna
Kebutuhan–kebutuhan yang detail dikumpulkan dengan
berinteraksi pada sekelompok pemakai atau pemakai individu. Mengidentifikasikan
masalah yang ada dan kebutuhan-butuhan, ketergantungan antar aplikasi, komunikasi
dan prosedur laporan.
Perancangan
Perancangan terbagi menjadi dua yaitu :
perancangan sistem database dan sistem aplikasi
Implementasi
Mengimplementasikan sistem informasi dengan
database yang ada
Pengujian dan Validasi
Pengujian dan validasi sistem database dengan
kriteria kinerja yang diinginkan oleh pengguna.
Pengoperasian dan Perawatan
Pengoperasian sistem setelah di validasi disertai
dengan pengawasan dan perawatan sistem
Siklus Keh idupan Aplikasi Database ( Micro Life Cycle )
Tahapan yang ada pada siklus kehidupan aplikasi
database yaitu :
Pendefinisian Sistem
Pendefinisian ruang lingkup dari sistem database, pengguna dan
aplikasinya.
Perancangan Database
Perancangan database secara logika dan fisik pada
suatu sistem database sesuai dengan sistem manajemen database yang diinginkan.
Implementasi Database
Pendefinisian database secara konseptual, eksternal
dan internal, pembuatan file–file database yang kosong serta implementasi
aplikasi software.
Pengambilan dan Konversi Data
Database ditempatkan dengan baik, sehingga
jika ingin memanggil data secara langsung ataupun merubah file–file yang
ada dapat di tempatkan kembali sesuai dengan format sistem databasenya.
Konversi Aplikasi
Software-software aplikasi dari sistem
database sebelumnya di konversikan ke dalam sistem database yang baru
Pengujian dan Validasi
Sistem yang baru telah di test dan di uji kinerja nya
Pengoperasian
Pengoperasian database sistem dan aplikasinya
Pengawasan dan Pemeliharaan
Pengawasan dan pemeliharaan sistem database dan
aplikasi software
Proses Perancangan Database
Ada 6 tahap untuk proses perancangan suatu
database :
1. Pengumpulan data dan analisis
2. Perancangan database secara konseptual
3. Pemilihan sistem manajemen database
4. Perancangan database secara logika
5. Perancangan database secara fisik
6. Implementasi sistem database
Struktur dan
Aplikasi
Isi
Data
Database
|
Tahap 1
|
Analisis dan Pengumpulan kebutuhan pengguna
|
Pengumpulan data
|
Pengumpulan Pemrosesan
|
|
Tahap 2
|
Perancangan
Konseptual
|
Perancangan Konseptual skema
|
Perancangan Transaksi dan Aplikasi
|
|
Tahap 3
|
Pemilihan Sistem Manajemen Database
|
|
Tahap 4
|
Perancangan
Logik
|
Perancangan Konseptual dan Eksternal skema
|
Seberapa Batasan Kinerjanya
|
|
Tahap 5
|
Perancangan
Fisik
|
Skema internal
|
|
Tahap 6
|
Implementasi
|
Perintah DDL
Perintah SDL
|
Implementasi transaksinya
|
|
Gambar 1: Tahap perancangan database untuk database yang
berukuran besar
|
Keterangan :
Secara khusus proses perancangan berisikan 2
aktifitas paralel. Aktifitas yang pertama melibatkan perancangan dari isi data
dan struktur database, sedangkan aktifitas kedua mengenai perancangan
pemrosesan database dan aplikasi–aplikasi perangkat lunak.
Dua aktifitas ini saling berkaitan , misalnya
mengidentifikasi data item yang akan disimpan dalam database dengan cara
menganalisa aplikasi–aplikasi database. Dua aktifitas ini juga saling
mempengaruhi satu sama lain. Contohnya tahap perancangan database secara fisik,
pada saat memilih struktur penyimpanan dan jalur akses dari file suatu database
dimana bergantung dengan aplikasi–aplikasi yang akan menggunakan file tersebut.
Penentuan perancangan aplikasi–aplikasi database
yang mengarah ke konstruksi skema database telah ditentukan selama aktifitas
pertama.
Ke-enam tahap yang telah disebutkan sebelumnya
dapat di proses secara tidak berurutan . Dalam beberapa hal, dapat dilakukan
modifikasi perancangan kembali ke tahap yang pertama (feedback loop) setelah
melakukan tahap selanjutnya.
Tahap 1 : Pengumpulan data dan analisis
Sebelum merancang suatu database, yang harus
dilakukan adalah mengetahui dan menganalisis apa yang diinginkan dari pengguna
aplikasi, sehingga proses ini disebut pengumpulan data dan analisis. Untuk
menspesifikasikan kebutuhan yang pertama kali dilakukan adalah mengidentifikasi
bagian lain di dalam sistem informasi yang berinteraksi dengan sistem database.
Termasuk pengguna yang baru atau yang sudah lama juga aplikasinya,
kebutuhan–kebutuhan tersebut dikumpulkan dan di analisa.
Kegiatan pengumpulan data dan analisis :
Menentukan kelompok pemakai dan areal
bidang aplikasinya.
Pengguna yang menguasai aplikasi yang lama dari
setiap bagian dipilih untuk menyampaikan kebutuhan-kebutuhan dan menspesifikasikannya.
Peninjauan dokumentasi yang ada.
Dokumen yang berhubungan dengan aplikasi yang akan
dibuat dipelajari dan dianalisa, sedangkan dokumen lainnya seprti kebijakan
manual, form, laporan–laporan dan bagan-bagan organisasi diuji dan ditinjau
kembali untuk mengetahui apakah dokumen tersebut berpengaruh terhadap
pengumpulan data dan proses spesifikasi
Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan
pemrosesan.
Lingkungan operasional yang sekarang dan informasi
yang direncanakan akan di gunakan dipelajari, termasuk menganalisa jenis–jenis
dari transaksi dan frekuensi transaksinya seperti halnya alur informasi dengan
sistem. Input dan output data untuk transaksi tersebut harus diperinci.
Pengumpulan respon terhadap daftar pertanyaan dan
angket yang telah dibuat sebelumnya.
Pengumpulan respon dari angket dan daftar
pertanyaan berisikan prioritas para pengguna dan penempatan mereka di dalam
berbagai aplikasi. Ketua kelompok mungkin akan ditanya untuk membantu para
pengguna dalam memberikan informasi yang penting dan menentukan
prioritas.
Teknik yang digunakan dalam penspesifikasian
kebutuhan secara formal :
OOA ( Object Oriented Analysis )
DFD ( Data Flow Diagram )
HIPO ( Hierarchical Input Process Output )
SADT ( Structured Analysis & Design )
Tahap 2 : Perancangan database secara konseptual
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghasilkan
skema konseptual untuk databse yang tidak tergantung pada sistem manajemen
database yang spesifik. Penggunaan model data tingkat tinggi seperti ER/EER
sering digunakan didalam tahap ini. Di dalam skema konseptual dilakukan
perincian aplikasi–aplikasi database dan transaksi–transaksi yang diketahui .
Ada dua kegiatan di dalam perancangan database
secara konseptual :
Perancangan
skema konseptual :
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan mengecek
tentang kebutuhan– kebutuhan pemakai terhadap data yang dihasilkan dari
tahap 1, dimana
tujuan dari proses perancangan skema konseptual
adalah menyatukan pemahaman dalam struktur database, pengertian semantik,
keterhubungan dan batasan-batasannya, dengan membuat sebuah skema database
konseptual dengan menggunakan model data ER/EER tanpa tergantung dengan
sistem manajemen database
Ada dua pendekatan perancangan skema konseptual :
Terpusat
Kebutuhan–kebutuhan dari aplikasi atau
kelompok–kelompok pemakai yang berbeda digabungkan menjadi satu set kebutuhan
pemakai kemudian dirancang menjadi satu skema konseptual.
Integrasi view–view yang ada
Untuk masing–masing aplikasi atau kelompok–kelompok
pemakai yang berbeda dirancang sebuah skema eksternal ( view ) kemudian
view – view tersebut disatukan ke dalam sebuah skema konseptual.
Ada 4 strategi dalam perancangan skema konseptual :
Top down
Bottom Up
Inside Out
Mixed
Transaksi
Merancangan karakteristik dari transaksi–transaksi
yang akan di implementasikan tanpa tergantung dengan DBMS yang telah dipilih.
Transaksi–transaksi ini digunakan untuk memanipulasi database sewaktu
diimplementasikan . Pada tahap ini diidentifikasikan input, output dan
fungsional . Transaksi ini antara lain : retrieval, update dan delete, select
dll.
Tahap 3 : Pemilihan Sistem Manajemen Database
Pemilihan sistem manajemen database ditentukan oleh
beberapa faktor a.l : Teknik, Ekonomi, dan Politik Organisasi
Faktor Teknik :
Tipe model data ( hirarki, jaringan atau relasional
)
Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang
didukung sistem manajemen database
Tipe interface dan programmer
Tipe bahasa queri
Faktor Ekonomi :
Biaya penyiadaan hardware dan software
Biaya konversi pembuatan database
Biaya personalia
Biaya pelatihan
Biaya pengoperasian
Biaya pemeliharaan
Faktor Organisasi :
Struktur data
Jika data yang disimpan dalam
database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari sistem
manajemen database harus dipikirkan.
Personal yang terbiasa dengan sistem yang terdahulu
Jika staff programmer dalam
suatu organisasi sudah terbiasa dengan sautu sistem manajemen database maka hal
ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
Ketersediaan dari service vendor
Keberadaan fasilitas pelayanan
penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah sistem.
Tahap 4 : Perancangan database secara logika (
Transformasi model data )
Transformasi dari skema konseptual dan
eksternal ( Tahap 2 ) ke model data sistem manajemen database yang
terpilih, ada dua proses yaitu :
Transformasi yang tidak tergantung pada sistem,
pada tahap ini transformasi tidak mempertimbangkan karakteristik yang spesifik
atau hal– hal khusus yang akan diaplikasikan pada sistem manajemen
database
Penyesuaian skema ke sistem manajemen database yang
spesifik, di lakukan suatu penyesuaian skema yang dihasilkan dari tahap 1 untuk
dikonfirmasikan pada bentuk implementasi yang spesifik dari suatu model data
seperti yang digunakan oleh sistem manajemen database yang terpilih
Hasil dari tahap ini dituliskan dengan perintah DDL
ke dalam bahasa sistem manajemen database terpilih. Tapi jika perintah DDL
tersebut termasuk dalam parameter–parameter perancangan fisik , maka perintah
DDL yang lengkap harus menunggu sampai tahap perancangan database secara fisik
telah lengkap.
Tahap 5 : Perancangan Database Secara Fisik
Proses pemilihan struktur penyimpanan yang spesifik
dan pengaksesan file– file database untuk mencapai kinerja yang terbaik di
bermacam–macam aplikasi
Kriteria pemilihan perancangan fisik :
Waktu respon
Waktu transaksi database selama eksekusi untuk
menerima respon
Penggunaan ruang penyimpanan
Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh
database file dan struktur jalur pengaksesannya
Terobosan yang dilakukan file transaksi
(Transaction troughput )
Merupakan nilai rata–rata transaksi yang dapat di
proses permenit oleh sistem database dan merupakan parameter kritis dari sistem
transaksi
Apabila waktu respon dari database tidak mencapai
optimalisasi, maka pada tahap perancangan fisik ini dapat dilakukan
denormalisasi.
Denormalisasi
Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada
database yang sudah dinormalisasi, dengan cara memodifikasi struktur tabel dan
mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja
database.
Proses denormalisasi termasuk :
Mengkombinasikan tabel-tabel yang terpisah dengan
join
Mereplikasi/menduplikat data pada tabel
Tahap 6 : Implementasi
Implementasi skema database logik dan fisik ke
dalam penyataan DDL dan SDL dari sistem manajemen database yang telah dipilih,
untuk digunakan dalam pembuatan file–file database yang masih kosong
Studi Kasus :
Di bawah ini deskripsi mengenai suatu perusahaan
yang akan di representasikan dalam database dan buat sesuai dengan proses
perancangan database dari tahap 1 s/d tahap 4.
1. Suatu perusahaan terdiri atas
bagian–bagian, masing–masing bagian mempunyai nama, nomor bagian dan lokasi .
Setiap bagian mempunyai seorang pegawai yang mempunyai seorang pimpinan yang
memimpin bagian tersebut.
Setiap bagian mengontrol sejumlah proyek dimana
masing–masing proyek mempunyai nama, nomor proyek dan lokasi .
Setiap pegawai menjadi anggota pada salah satu
bagian tapi dapat bekerja di beberapa proyek . Untuk setiap pegawai yang
bekerja di proyek mempunyai jam kerja per-minggu . Seorang pegawai mempunyai
nama, nomor pegawai, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir dan usia serta
supervisor / penyelia langsung. Pegawai juga mempunyai tanggungan yang
terdiri atas nama, jenis kelamin dan hubungannya dengan si pegawai.
BAB 5
Model-Model Database
Database Management System (DBMS) atau sistem
manajemen database dibagi menjadi lima model. Model yang lebih lama diperkenalkan
pada tahun 1960-an,yang bersifat hierarkis dan jaringan. Model yang lebih baru bersifat relasional,berorientasi objek,
dan multidimensional.
Database Hierarkis
Pada database Hierarkis, field atau record diatur
dalam kelompok-kelompok yang berhubungan, menyerupai diagram pohon, dengan
record child (level lebih rendah) berada di bawah record parent (level yang
lebih tinggi).
contoh database hierarkis
Database hierarkis merupakan model tertua dan
paling sederhana dari kelima model database. Dalam model database ini mengakses
atau mengupdate data bisa berlangsung sangat cepat karena hubungan-hubungan
sudah ditentukan. Tetapi, karena struktur harus didefinisikan lebih dahulu,
maka hal ini cukup riskan. Lagipula menambahkan field baru ke sebuah record
database membuat semua database harus didefinisikan kembali. Karena itulah
diperlukan model database yang baru untuk menunjukkan masalah pengulangan data
dan hubungan data yang kompleks.
Database Jaringan
Konsep database jaringan mirip dengan database
hierarkis tetapi setiap record child dapat memiliki lebih dari satu record
parent. Selanjutnya setiap record child dapat dimiliki oleh lebih dari satu
record parent.
Database jaringan pada dasarnya digunakan dengan
mainframe, lebih fleksibel disbanding database hierarkis karena ada hubungan
yang berbeda antarcabang data. Akan tetapi strukturnya masih harus
didefinisikan lebih dahulu. Pengguna harus sudah terbiasa dengan struktur
database. Lagipula jumlah hubungan antar-record juga terbatas, dan untuk
menguji sebuah field seseorang harus mendapatkan kembali semua record.
contoh database jaringan
Database Relasional
Database Relasional bekerja dengan menghubungkan
data pada file-file yang berbeda dengan menggunakan sebuah kunci atau elemen
data yang umum.
contoh database relasional
Cara kerja database relasional:
Elemen-elemen data disimpan dalam tabel lain yang
membentuk baris dan kolom. Dalam model database ini data diatur secara logis,
yakni berdasarkan isi. Masing-masing record dalam tabel diidentifikasi oleh
sebuah field – kunci primer – yang berisi sebuah nilai unik. Karena itulah data
dalam database relasional dapat muncul dengan cara yang berbeda dari cara ia
disimpan secara fisik pada komputer. Pengguna tidak boleh mengetahui lokasi
fisik sebuah record untuk mendapatkan kembali datanya.
Database Berorientasi Objek
Model ini menggunakan objek sebagai perangkat lunak
yang ditulis dalam potongan kecil yang dapat digunakan kembali sebagai elemen
dalam file database. Database berorientasi objek adalah sebuah database
multimedia yang bisa menyimpan lebih banyak tipe data dibanding database
relasional.
Salah satu model database berorientasi objek adalah
database hypertext atau database web, yang memuat teks dan dihubungkan ke
dokumen lain. Model lainnya adalah database hypermedia, yang memuat link
dan juga grafis, suara, dan video.
Contoh: database DB2, Cloudscape, Oracle9i dan
sebagainya
Database Multidimensial
Database Multidimensial (MDA) memodelkan data
sebagai fakta, dimensi, atau numerik untuk menganalisis data dalam jumlah
besar, tujuannya adalah untuk mengambil keputusan. Database Multidimensial
menggunakan bentuk kubus untuk merepresentasikan dimensi-dimensi data yang
tersedia bagi seorang pengguna, maksimal empat dimensi.
Contoh: InterSystem Cache, ContourCube, dan Cognoa
PowerPlay
BAB 6
- Tujuan Pemanfaatan Basis Data
1.Kecepatan dan kemudahan
Bisa menyimpan data,mengedit, dan menampilkan
kembali data.
2.Efisiensi ruang penyimpanan
Melakukan penekanan terhadap Redudancy
(pengulangan)
3.Keakuratan
Agar data sesuai dengan aturan dan batasan
tertentu.
4.Ketersediaan
Agar dapat di akses oleh setiap pengguna yang
membutuhkan
5.Kelengkapan
Agar lengkap baik relative terhadap kenutuhan
pemakai dengan menambahkan field-field baru atau tambah table baru.
6.Keamanan
Agar data rahasia tidak jatuh ke tangan orang yang
tidak berwenang dengan adanya username dan password.
7.Kebersamaan
Mendukung lingkungan Multiuser ( banyak user)
sehingga tidak terjadi inkonsistensi dan deadlock.
Daftar Pustaka
3.http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web& cd=2&cts=1331276462621&ved=0CCYQFjAB&url=http%3A%2F%2Fmurni_rk.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F5842%2Fperanca
Merancang Web Database untuk
Content Server
BAB 1
Pengertian Data dan Informasi
Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi
penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut
suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun
simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat
lingkungan, obyek, kejadian ataupunsuatu konsep.
Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah
model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang
memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi
yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi
adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa
disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.
Data bisa merupakan jam kerja bagi karyawan
perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi informasi.
Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan
dengan nilai per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika gambaran
penghasilan setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan
rekapitulasi gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan
informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data
yang ada, atau bisa diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan
membuka segala sesuatu yang belum diketahui
BAB 2
Pengertian Basis data ( database )
§
Basis
data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang
saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat
keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian
basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data
atau informasi yang akan disimpan. Databasemerupakan salah satu komponen
yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan
informasi pada para pengguna atau user.
§
Penyusunan
basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan
diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data
meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk
mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.
§
Tujuan
utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan
abstrak dari data bagi user. Jadi
sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat,
tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang
digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap
dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas
struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah
bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data,
hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari
pengaturan data dengan menggunakan basis data adalah :
§ Menyediakan penyimpanan data
untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang.
§ Kemudahan pemasukan data,
sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan
oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki terhadap data
yang ditangani.
§
Pengendalian
data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan
spesifik yang terjadi di setiap sistem.
§ Pengamanan data terhadap
kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.
Elemen Basis Data
§
Entitas adalah sekumpulan objek yang terdefinisikan yang
mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan satu dengan lainnya. Objek
dapat berupa barang, orang, tempat atau suatu kejadian.
§ Contoh entitas : Seseorang yang
menjadi siswa di sebuah sekolah.
§ contoh lainya : barang yang
menjadi inventaris suatu perusahaan
§
siswa merupakan entitas
§
barang juga di sebut entitas
§
Atribut adalah deskripsi data yang bisa mengidentifikasi
entitas yang membedakan entitas tersebut dengan entitas yang lain. Seluruh
atribut harus cukup untuk menyatakan identitas obyek, atau dengan kata lain,
kumpulan atribut dari setiap entitas dapat mengidentifikasi keunikan suatu
individu.
§ sedangkan atribut adalah bagian
dari entitas
§ siswa memiliki atribut :
§
no siswa
§
alamat siswa
§ barang memiliki atribut :
§
no barang
§
harga barang
§
Data Value (Nilai Data) : Data Value adalah data aktual
atau informasi yang disimpan pada tiap data, elemen, atau atribut. Atribut nama
pegawai menunjukan tempat dimana informasi nama karyawan disimpan, nilai
datanya misalnya adalah Anjang, Arif, Suryo, dan lain-lain yang merupakan isi
data nama pegawai tersebut.
§
File/Tabel : Kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang
elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda nilai datanya.
§
Record/Tuple : Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan
menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili
satu data atau informasi
BAB 3
Hirarki Data
Data adalah catatan atas kumpulan fakta.
Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang
diberikan”. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang
diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan
suatu variabel yang bentuknya dapat berupa
angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
• Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta
• Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)yang terjadi
• Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
• Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta
• Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)yang terjadi
• Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi
Pembahasan
Secara sederhana banyak perusahaan
mengkoordinasikan atau mengorganisasikan data mereka dalam suatu hirarki pendek
yang hanya terdiri dari elemen (transaksi), record (catatan), file (satuan
khusus penyimpanan). Adapun pengertian dari 3 bagian hirarki sederhana tersebut
yaitu :
Field (medan)
menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom item, dan atribut.
Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah
barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.
Record (rekaman)
menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai
contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun
sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris.
File / Table menghimpun sejumlah record. Sebagai contoh, data pribadi dari semua pegawai
disimpan dalam sebuah tabel.
Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data
yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi.
Sebagai contoh, basis data akademis mengandung tabel-tabel yang
berhubungan dengan data mahasiswa, data jurusan, data mata kuliah, data
pengambilan mata kuliah pada suatu semester, dan nilai yang diperoleh
mahasiswa.
Sebagai tambahan 3 hirarki sederhana tersebut kita
mengenal namanya database yang merupakan kumpulan data secara penuh dari
seluruh kegiatan yang dilakukan perusahaan.
Kesimpulannya yang bisa kita tarik adalah semuanya adalah pencatatan-pencataan kecil perusahaan yang digabung dari segala macam aktifitas yang ada, kemudian disajikan dalam bentuk database secara lebih besar, ataupun file sebagai alat sederhana untuk dapat melihat secara khusus/spesifik data apa saja yang terkumpul, misala file pembelian atau file yang berisikan gudang.
Penyimpanan data ini juga memilki backup-an atau sekunder use,dengan SASD (Penyimpanan berurutan) dan DASD (Penyimpanan akses langsung) untuk mencegah hilangnya data yang sebenarnya ada, tetapi belum dilakukan penyimpanan, atau pun adanyakejadian yang tidak terduga
Penyimpanan berurutan (sequential) atau SASD adalah media penyimpanan untuk mengisikan catatan yang diatur dalam susunan tertentu. Catatan pertama harus diproses pertama kali, catatan ke-2 diproses pada urutan yang ke-2 dan seterusnya sampai file penuh. Penyimpanan akses langsung suatu penyimpanan yang memungkinkan mekanisme bacaan atau tulisan dapat diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urutan.
Pemrosesan data ada 2 cara, anda dapat menjalankan setiap transaksi secara terpisah, atau anda dapat menggabungkan beberapa transaksi dan memprosesnya secara bersama-sama sebagai batch. Bila transaksi diprosses secara terpisah, hal tersebut dikenal dengan istilah online processing (pemrossesan online). Sedangkan pemrosesaan transaksi seringkali digunakan tetapi ini akan menjadi rancu, karena istilah tersebut juga di gunakan untuk menjelasakan aplikasi pemrosesan data. Untuk menghindari kerancuan tersebut anda dapat menggunakan istilah pemrosesan online.
Konsep Dasar Database
FieldØ
1. Field merupakan implementasi dari suatu atribut data.
2. Field merupakan unit terkecil dari data yang berarti(meaningful data) yang disimpan dalam suatu file atau basis data.
RecordØ
1. Field-field tersebut diorganisasikan dalam record-record
2. Record merupakan koleksi dari field-field yang disusun dalam format yang telah ditentukan.
3. Selama desain sistem, record akan diklasifikasikan sebagai fixed-length record atau variable-length record.
1. Fixed-length record: tiap instance record punya field, jumlah field, dan ukuran logik yang sama
2. Variable-length record : mengijinkan record-record yang berbeda dalam file yang sama memiliki panjang yang berbeda.
File dan TabelØ
1. Record-record yang serupa diorganisasikan dalam grup-grup yang disebut file. Jadi file merupakan kumpulan semua kejadian dari struktur record yang diberikan.
2. Tabel merupakan ekivalen basis data relasional dari sebuah file.
Keunggulan penerapan konsep database
Independensi program-dataØ
Meminimalkan redundansi dataØ
Meningkatkan konsitensi dataØ
Meningkatkan kemampuan berbagai dataØ
Meningkatkan produktivitas pengembangan aplikasiØ
Meningkatkan pencapaian standarisasiØ
Meningkatkan kualitas dataØ
Meningkatkan tanggapan dan kemudahan akses terhadap dataØ
Mengurangi pemeliharaan programØ
Kelemahan konsep database
Terlalu banyak codingan dari programØ
Sulit dipahamiØ
Jika terjadi kesalahan sulit untuk diperbaikØ
Kesimpulannya yang bisa kita tarik adalah semuanya adalah pencatatan-pencataan kecil perusahaan yang digabung dari segala macam aktifitas yang ada, kemudian disajikan dalam bentuk database secara lebih besar, ataupun file sebagai alat sederhana untuk dapat melihat secara khusus/spesifik data apa saja yang terkumpul, misala file pembelian atau file yang berisikan gudang.
Penyimpanan data ini juga memilki backup-an atau sekunder use,dengan SASD (Penyimpanan berurutan) dan DASD (Penyimpanan akses langsung) untuk mencegah hilangnya data yang sebenarnya ada, tetapi belum dilakukan penyimpanan, atau pun adanyakejadian yang tidak terduga
Penyimpanan berurutan (sequential) atau SASD adalah media penyimpanan untuk mengisikan catatan yang diatur dalam susunan tertentu. Catatan pertama harus diproses pertama kali, catatan ke-2 diproses pada urutan yang ke-2 dan seterusnya sampai file penuh. Penyimpanan akses langsung suatu penyimpanan yang memungkinkan mekanisme bacaan atau tulisan dapat diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urutan.
Pemrosesan data ada 2 cara, anda dapat menjalankan setiap transaksi secara terpisah, atau anda dapat menggabungkan beberapa transaksi dan memprosesnya secara bersama-sama sebagai batch. Bila transaksi diprosses secara terpisah, hal tersebut dikenal dengan istilah online processing (pemrossesan online). Sedangkan pemrosesaan transaksi seringkali digunakan tetapi ini akan menjadi rancu, karena istilah tersebut juga di gunakan untuk menjelasakan aplikasi pemrosesan data. Untuk menghindari kerancuan tersebut anda dapat menggunakan istilah pemrosesan online.
Konsep Dasar Database
FieldØ
1. Field merupakan implementasi dari suatu atribut data.
2. Field merupakan unit terkecil dari data yang berarti(meaningful data) yang disimpan dalam suatu file atau basis data.
RecordØ
1. Field-field tersebut diorganisasikan dalam record-record
2. Record merupakan koleksi dari field-field yang disusun dalam format yang telah ditentukan.
3. Selama desain sistem, record akan diklasifikasikan sebagai fixed-length record atau variable-length record.
1. Fixed-length record: tiap instance record punya field, jumlah field, dan ukuran logik yang sama
2. Variable-length record : mengijinkan record-record yang berbeda dalam file yang sama memiliki panjang yang berbeda.
File dan TabelØ
1. Record-record yang serupa diorganisasikan dalam grup-grup yang disebut file. Jadi file merupakan kumpulan semua kejadian dari struktur record yang diberikan.
2. Tabel merupakan ekivalen basis data relasional dari sebuah file.
Keunggulan penerapan konsep database
Independensi program-dataØ
Meminimalkan redundansi dataØ
Meningkatkan konsitensi dataØ
Meningkatkan kemampuan berbagai dataØ
Meningkatkan produktivitas pengembangan aplikasiØ
Meningkatkan pencapaian standarisasiØ
Meningkatkan kualitas dataØ
Meningkatkan tanggapan dan kemudahan akses terhadap dataØ
Mengurangi pemeliharaan programØ
Kelemahan konsep database
Terlalu banyak codingan dari programØ
Sulit dipahamiØ
Jika terjadi kesalahan sulit untuk diperbaikØ
BAB 4
Perancangan Database
Di dalam suatu organisasi yang besar, sistem
database merupakan bagian penting pada sistem informasi, karena di perlukan
untuk mengelola sumber informasi pada organisasi tersebut. Untuk
mengelola sumber informasi tersebut yang pertama kali di lakukan adalah
merancang suatu sistem database agar informasi yang ada pada organisasi
tersebut dapat digunakan secara maksimal.
Tujuan Perancangan Database
Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari
pengguna dan aplikasi
Menyediakan struktur informasi yang natural dan
mudah di mengerti oleh pengguna
Mendukung kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek
kinerja dari suatu sistem database
Berikut ini siklus kehidupan sistem informasi di
mana terdapat siklus kehidupan sistem database.
Siklus Kehidupan Sistem Informasi (Macro Life Cycle
)
Tahapan – tahapan Pembuatan Database
Tahapan–tahapan yang ada pada siklus kehidupan
sistem informasi yaitu :
Analisa Kelayakan
Tahapan ini memfokuskan pada penganalisaan
areal aplikasi yang unggul , mengidentifikasi pengumpulan informasi dan
penyebarannya, mempelajari keuntungan dan kerugian , penentuan kompleksitas
data dan proses, dan menentukan prioritas aplikasi yang akan digunakan.
Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan Pengguna
Kebutuhan–kebutuhan yang detail dikumpulkan dengan
berinteraksi pada sekelompok pemakai atau pemakai individu. Mengidentifikasikan
masalah yang ada dan kebutuhan-butuhan, ketergantungan antar aplikasi, komunikasi
dan prosedur laporan.
Perancangan
Perancangan terbagi menjadi dua yaitu :
perancangan sistem database dan sistem aplikasi
Implementasi
Mengimplementasikan sistem informasi dengan
database yang ada
Pengujian dan Validasi
Pengujian dan validasi sistem database dengan
kriteria kinerja yang diinginkan oleh pengguna.
Pengoperasian dan Perawatan
Pengoperasian sistem setelah di validasi disertai
dengan pengawasan dan perawatan sistem
Siklus Keh idupan Aplikasi Database ( Micro Life Cycle )
Tahapan yang ada pada siklus kehidupan aplikasi
database yaitu :
Pendefinisian Sistem
Pendefinisian ruang lingkup dari sistem database, pengguna dan
aplikasinya.
Perancangan Database
Perancangan database secara logika dan fisik pada
suatu sistem database sesuai dengan sistem manajemen database yang diinginkan.
Implementasi Database
Pendefinisian database secara konseptual, eksternal
dan internal, pembuatan file–file database yang kosong serta implementasi
aplikasi software.
Pengambilan dan Konversi Data
Database ditempatkan dengan baik, sehingga
jika ingin memanggil data secara langsung ataupun merubah file–file yang
ada dapat di tempatkan kembali sesuai dengan format sistem databasenya.
Konversi Aplikasi
Software-software aplikasi dari sistem
database sebelumnya di konversikan ke dalam sistem database yang baru
Pengujian dan Validasi
Sistem yang baru telah di test dan di uji kinerja nya
Pengoperasian
Pengoperasian database sistem dan aplikasinya
Pengawasan dan Pemeliharaan
Pengawasan dan pemeliharaan sistem database dan
aplikasi software
Proses Perancangan Database
Ada 6 tahap untuk proses perancangan suatu
database :
1. Pengumpulan data dan analisis
2. Perancangan database secara konseptual
3. Pemilihan sistem manajemen database
4. Perancangan database secara logika
5. Perancangan database secara fisik
6. Implementasi sistem database
Struktur dan
Aplikasi
Isi
Data
Database
|
Tahap 1
|
Analisis dan Pengumpulan kebutuhan pengguna
|
Pengumpulan data
|
Pengumpulan Pemrosesan
|
|
Tahap 2
|
Perancangan
Konseptual
|
Perancangan Konseptual skema
|
Perancangan Transaksi dan Aplikasi
|
|
Tahap 3
|
Pemilihan Sistem Manajemen Database
|
|
Tahap 4
|
Perancangan
Logik
|
Perancangan Konseptual dan Eksternal skema
|
Seberapa Batasan Kinerjanya
|
|
Tahap 5
|
Perancangan
Fisik
|
Skema internal
|
|
Tahap 6
|
Implementasi
|
Perintah DDL
Perintah SDL
|
Implementasi transaksinya
|
|
Gambar 1: Tahap perancangan database untuk database yang
berukuran besar
|
Keterangan :
Secara khusus proses perancangan berisikan 2
aktifitas paralel. Aktifitas yang pertama melibatkan perancangan dari isi data
dan struktur database, sedangkan aktifitas kedua mengenai perancangan
pemrosesan database dan aplikasi–aplikasi perangkat lunak.
Dua aktifitas ini saling berkaitan , misalnya
mengidentifikasi data item yang akan disimpan dalam database dengan cara
menganalisa aplikasi–aplikasi database. Dua aktifitas ini juga saling
mempengaruhi satu sama lain. Contohnya tahap perancangan database secara fisik,
pada saat memilih struktur penyimpanan dan jalur akses dari file suatu database
dimana bergantung dengan aplikasi–aplikasi yang akan menggunakan file tersebut.
Penentuan perancangan aplikasi–aplikasi database
yang mengarah ke konstruksi skema database telah ditentukan selama aktifitas
pertama.
Ke-enam tahap yang telah disebutkan sebelumnya
dapat di proses secara tidak berurutan . Dalam beberapa hal, dapat dilakukan
modifikasi perancangan kembali ke tahap yang pertama (feedback loop) setelah
melakukan tahap selanjutnya.
Tahap 1 : Pengumpulan data dan analisis
Sebelum merancang suatu database, yang harus
dilakukan adalah mengetahui dan menganalisis apa yang diinginkan dari pengguna
aplikasi, sehingga proses ini disebut pengumpulan data dan analisis. Untuk
menspesifikasikan kebutuhan yang pertama kali dilakukan adalah mengidentifikasi
bagian lain di dalam sistem informasi yang berinteraksi dengan sistem database.
Termasuk pengguna yang baru atau yang sudah lama juga aplikasinya,
kebutuhan–kebutuhan tersebut dikumpulkan dan di analisa.
Kegiatan pengumpulan data dan analisis :
Menentukan kelompok pemakai dan areal
bidang aplikasinya.
Pengguna yang menguasai aplikasi yang lama dari
setiap bagian dipilih untuk menyampaikan kebutuhan-kebutuhan dan
menspesifikasikannya.
Peninjauan dokumentasi yang ada.
Dokumen yang berhubungan dengan aplikasi yang akan
dibuat dipelajari dan dianalisa, sedangkan dokumen lainnya seprti kebijakan
manual, form, laporan–laporan dan bagan-bagan organisasi diuji dan ditinjau
kembali untuk mengetahui apakah dokumen tersebut berpengaruh terhadap
pengumpulan data dan proses spesifikasi
Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan
pemrosesan.
Lingkungan operasional yang sekarang dan informasi
yang direncanakan akan di gunakan dipelajari, termasuk menganalisa jenis–jenis
dari transaksi dan frekuensi transaksinya seperti halnya alur informasi dengan
sistem. Input dan output data untuk transaksi tersebut harus diperinci.
Pengumpulan respon terhadap daftar pertanyaan dan
angket yang telah dibuat sebelumnya.
Pengumpulan respon dari angket dan daftar pertanyaan
berisikan prioritas para pengguna dan penempatan mereka di dalam berbagai
aplikasi. Ketua kelompok mungkin akan ditanya untuk membantu para
pengguna dalam memberikan informasi yang penting dan menentukan
prioritas.
Teknik yang digunakan dalam penspesifikasian
kebutuhan secara formal :
OOA ( Object Oriented Analysis )
DFD ( Data Flow Diagram )
HIPO ( Hierarchical Input Process Output )
SADT ( Structured Analysis & Design )
Tahap 2 : Perancangan database secara konseptual
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghasilkan
skema konseptual untuk databse yang tidak tergantung pada sistem manajemen
database yang spesifik. Penggunaan model data tingkat tinggi seperti ER/EER
sering digunakan didalam tahap ini. Di dalam skema konseptual dilakukan perincian
aplikasi–aplikasi database dan transaksi–transaksi yang diketahui .
Ada dua kegiatan di dalam perancangan database
secara konseptual :
Perancangan
skema konseptual :
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan mengecek
tentang kebutuhan– kebutuhan pemakai terhadap data yang dihasilkan dari
tahap 1, dimana
tujuan dari proses perancangan skema konseptual
adalah menyatukan pemahaman dalam struktur database, pengertian semantik,
keterhubungan dan batasan-batasannya, dengan membuat sebuah skema database konseptual
dengan menggunakan model data ER/EER tanpa tergantung dengan sistem
manajemen database
Ada dua pendekatan perancangan skema konseptual :
Terpusat
Kebutuhan–kebutuhan dari aplikasi atau
kelompok–kelompok pemakai yang berbeda digabungkan menjadi satu set kebutuhan
pemakai kemudian dirancang menjadi satu skema konseptual.
Integrasi view–view yang ada
Untuk masing–masing aplikasi atau kelompok–kelompok
pemakai yang berbeda dirancang sebuah skema eksternal ( view ) kemudian
view – view tersebut disatukan ke dalam sebuah skema konseptual.
Ada 4 strategi dalam perancangan skema konseptual :
Top down
Bottom Up
Inside Out
Mixed
Transaksi
Merancangan karakteristik dari transaksi–transaksi
yang akan di implementasikan tanpa tergantung dengan DBMS yang telah dipilih.
Transaksi–transaksi ini digunakan untuk memanipulasi database sewaktu
diimplementasikan . Pada tahap ini diidentifikasikan input, output dan
fungsional . Transaksi ini antara lain : retrieval, update dan delete, select
dll.
Tahap 3 : Pemilihan Sistem Manajemen Database
Pemilihan sistem manajemen database ditentukan oleh
beberapa faktor a.l : Teknik, Ekonomi, dan Politik Organisasi
Faktor Teknik :
Tipe model data ( hirarki, jaringan atau relasional
)
Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang
didukung sistem manajemen database
Tipe interface dan programmer
Tipe bahasa queri
Faktor Ekonomi :
Biaya penyiadaan hardware dan software
Biaya konversi pembuatan database
Biaya personalia
Biaya pelatihan
Biaya pengoperasian
Biaya pemeliharaan
Faktor Organisasi :
Struktur data
Jika data yang disimpan dalam
database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari sistem
manajemen database harus dipikirkan.
Personal yang terbiasa dengan sistem yang terdahulu
Jika staff programmer dalam
suatu organisasi sudah terbiasa dengan sautu sistem manajemen database maka hal
ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.
Ketersediaan dari service vendor
Keberadaan fasilitas pelayanan
penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah sistem.
Tahap 4 : Perancangan database secara logika (
Transformasi model data )
Transformasi dari skema konseptual dan
eksternal ( Tahap 2 ) ke model data sistem manajemen database yang
terpilih, ada dua proses yaitu :
Transformasi yang tidak tergantung pada sistem,
pada tahap ini transformasi tidak mempertimbangkan karakteristik yang spesifik
atau hal– hal khusus yang akan diaplikasikan pada sistem manajemen
database
Penyesuaian skema ke sistem manajemen database yang
spesifik, di lakukan suatu penyesuaian skema yang dihasilkan dari tahap 1 untuk
dikonfirmasikan pada bentuk implementasi yang spesifik dari suatu model data
seperti yang digunakan oleh sistem manajemen database yang terpilih
Hasil dari tahap ini dituliskan dengan perintah DDL
ke dalam bahasa sistem manajemen database terpilih. Tapi jika perintah DDL
tersebut termasuk dalam parameter–parameter perancangan fisik , maka perintah
DDL yang lengkap harus menunggu sampai tahap perancangan database secara fisik
telah lengkap.
Tahap 5 : Perancangan Database Secara Fisik
Proses pemilihan struktur penyimpanan yang spesifik
dan pengaksesan file– file database untuk mencapai kinerja yang terbaik di
bermacam–macam aplikasi
Kriteria pemilihan perancangan fisik :
Waktu respon
Waktu transaksi database selama eksekusi untuk
menerima respon
Penggunaan ruang penyimpanan
Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh
database file dan struktur jalur pengaksesannya
Terobosan yang dilakukan file transaksi
(Transaction troughput )
Merupakan nilai rata–rata transaksi yang dapat di
proses permenit oleh sistem database dan merupakan parameter kritis dari sistem
transaksi
Apabila waktu respon dari database tidak mencapai
optimalisasi, maka pada tahap perancangan fisik ini dapat dilakukan
denormalisasi.
Denormalisasi
Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada
database yang sudah dinormalisasi, dengan cara memodifikasi struktur tabel dan
mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja
database.
Proses denormalisasi termasuk :
Mengkombinasikan tabel-tabel yang terpisah dengan
join
Mereplikasi/menduplikat data pada tabel
Tahap 6 : Implementasi
Implementasi skema database logik dan fisik ke
dalam penyataan DDL dan SDL dari sistem manajemen database yang telah dipilih,
untuk digunakan dalam pembuatan file–file database yang masih kosong
Studi Kasus :
Di bawah ini deskripsi mengenai suatu perusahaan
yang akan di representasikan dalam database dan buat sesuai dengan proses
perancangan database dari tahap 1 s/d tahap 4.
1. Suatu perusahaan terdiri atas
bagian–bagian, masing–masing bagian mempunyai nama, nomor bagian dan lokasi .
Setiap bagian mempunyai seorang pegawai yang mempunyai seorang pimpinan yang
memimpin bagian tersebut.
Setiap bagian mengontrol sejumlah proyek dimana
masing–masing proyek mempunyai nama, nomor proyek dan lokasi .
Setiap pegawai menjadi anggota pada salah satu
bagian tapi dapat bekerja di beberapa proyek . Untuk setiap pegawai yang
bekerja di proyek mempunyai jam kerja per-minggu . Seorang pegawai mempunyai
nama, nomor pegawai, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir dan usia serta
supervisor / penyelia langsung. Pegawai juga mempunyai tanggungan yang
terdiri atas nama, jenis kelamin dan hubungannya dengan si pegawai.
BAB 5
Model-Model Database
Database Management System (DBMS) atau sistem
manajemen database dibagi menjadi lima model. Model yang lebih lama
diperkenalkan pada tahun 1960-an,yang bersifat hierarkis dan jaringan. Model yang lebih baru bersifat relasional,berorientasi objek,
dan multidimensional.
Database Hierarkis
Pada database Hierarkis, field atau record diatur
dalam kelompok-kelompok yang berhubungan, menyerupai diagram pohon, dengan
record child (level lebih rendah) berada di bawah record parent (level yang
lebih tinggi).
contoh database hierarkis
Database hierarkis merupakan model tertua dan
paling sederhana dari kelima model database. Dalam model database ini mengakses
atau mengupdate data bisa berlangsung sangat cepat karena hubungan-hubungan
sudah ditentukan. Tetapi, karena struktur harus didefinisikan lebih dahulu,
maka hal ini cukup riskan. Lagipula menambahkan field baru ke sebuah record
database membuat semua database harus didefinisikan kembali. Karena itulah
diperlukan model database yang baru untuk menunjukkan masalah pengulangan data
dan hubungan data yang kompleks.
Database Jaringan
Konsep database jaringan mirip dengan database
hierarkis tetapi setiap record child dapat memiliki lebih dari satu record
parent. Selanjutnya setiap record child dapat dimiliki oleh lebih dari satu
record parent.
Database jaringan pada dasarnya digunakan dengan
mainframe, lebih fleksibel disbanding database hierarkis karena ada hubungan
yang berbeda antarcabang data. Akan tetapi strukturnya masih harus
didefinisikan lebih dahulu. Pengguna harus sudah terbiasa dengan struktur
database. Lagipula jumlah hubungan antar-record juga terbatas, dan untuk
menguji sebuah field seseorang harus mendapatkan kembali semua record.
contoh database jaringan
Database Relasional
Database Relasional bekerja dengan menghubungkan
data pada file-file yang berbeda dengan menggunakan sebuah kunci atau elemen
data yang umum.
contoh database relasional
Cara kerja database relasional:
Elemen-elemen data disimpan dalam tabel lain yang
membentuk baris dan kolom. Dalam model database ini data diatur secara logis,
yakni berdasarkan isi. Masing-masing record dalam tabel diidentifikasi oleh
sebuah field – kunci primer – yang berisi sebuah nilai unik. Karena itulah data
dalam database relasional dapat muncul dengan cara yang berbeda dari cara ia
disimpan secara fisik pada komputer. Pengguna tidak boleh mengetahui lokasi
fisik sebuah record untuk mendapatkan kembali datanya.
Database Berorientasi Objek
Model ini menggunakan objek sebagai perangkat lunak
yang ditulis dalam potongan kecil yang dapat digunakan kembali sebagai elemen
dalam file database. Database berorientasi objek adalah sebuah database
multimedia yang bisa menyimpan lebih banyak tipe data dibanding database
relasional.
Salah satu model database berorientasi objek adalah
database hypertext atau database web, yang memuat teks dan dihubungkan ke
dokumen lain. Model lainnya adalah database hypermedia, yang memuat link
dan juga grafis, suara, dan video.
Contoh: database DB2, Cloudscape, Oracle9i dan
sebagainya
Database Multidimensial
Database Multidimensial (MDA) memodelkan data
sebagai fakta, dimensi, atau numerik untuk menganalisis data dalam jumlah
besar, tujuannya adalah untuk mengambil keputusan. Database Multidimensial
menggunakan bentuk kubus untuk merepresentasikan dimensi-dimensi data yang
tersedia bagi seorang pengguna, maksimal empat dimensi.
Contoh: InterSystem Cache, ContourCube, dan Cognoa
PowerPlay
BAB 6
- Tujuan Pemanfaatan Basis Data
1.Kecepatan dan kemudahan
Bisa menyimpan data,mengedit, dan menampilkan
kembali data.
2.Efisiensi ruang penyimpanan
Melakukan penekanan terhadap Redudancy
(pengulangan)
3.Keakuratan
Agar data sesuai dengan aturan dan batasan tertentu.
4.Ketersediaan
Agar dapat di akses oleh setiap pengguna yang
membutuhkan
5.Kelengkapan
Agar lengkap baik relative terhadap kenutuhan
pemakai dengan menambahkan field-field baru atau tambah table baru.
6.Keamanan
Agar data rahasia tidak jatuh ke tangan orang yang
tidak berwenang dengan adanya username dan password.
7.Kebersamaan
Mendukung lingkungan Multiuser ( banyak user)
sehingga tidak terjadi inkonsistensi dan deadlock.
Note : semoga bermanfaat untuk anda , ingat lah sepahit-pahit nya hidup kita harus tetep tabah dan potimis untuk menjalani nyaa,salam super .
Daftar Pustaka
3.http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web& cd=2&cts=1331276462621&ved=0CCYQFjAB&url=http%3A%2F%2Fmurni_rk.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F5842%2Fperanca
ska.wordpress.com/2011/11/24/hirarki-data-perusahaan/
0 komentar:
Posting Komentar